List Berita Pengadilan Agama Tamiang Layang

admin - 2019-08-21, dilihat sebanyak 6 Kali

MEMPRIHATINKAN, DARI AWAL 2019 PA TAMLA SUDAH TERIMA 7 PERKARA DISPENSASI KAWIN

MEMPRIHATINKAN, DARI AWAL 2019 PA TAMLA SUDAH TERIMA 7 PERKARA DISPENSASI KAWIN

Tamiang Layang (21/8/2019) | PA Tamiang Layang

              Terhitung dalam kurun tahun 2019 hingga bulan Agustus, PA Tamla telah menerima perkara sebanyak 7 perkara permohonan Dispensasi Kawin. Kondisi ini menurut Panmud Hukum PA Tamla Danu Aprilianto, Selasa (21/8/2019), cukup memprihatinkan.

              Dijelaskan oleh Danu yang menjadi alasan PA Tamla menganggap kondisi ini cukup memprihatinkan karena hampir semua dari permohonan Dispensasi Kawin yang masuk di PA Tamla tersebut dilatarbelakangi akibat pergaulan bebas dikalangan anak-anak, seperti sudah pernah melakukan hubungan badan hingga calon mempelai wanita telah hamil.

“latar belakang para orang tua mengajukan Dispensasi Kawin rata-rata karena anaknya terjerumus pergaulan bebas, tentu ini cukup memperihatinkan kita semua”, ujar Danu. Para pelaku yang masih muda harusnya lebih diharapkan bisa fokus dalam hal-hal yang positif, seperti sekolah dan berkarya.

              Humas PA Tamla Samsul Bahri saat diminta tanggapan memberikan penjelasan bahwa Pengadilan Agama pada dasarnya tidak boleh menolak masyarakat yang mengajukan perkara. Karena memang tugas pokok pengadilan sebagai wadah untuk menyelesaikan perkara yang ada di masyarakat, termasuk saat ada orang tua yang mengajukan permohonan Dispensasi Kawin untuk anaknya. Akan tetapi bukan berarti semua permohonan harus dikabulkan oleh pengadilan, karena hal tersebut tentunya menjadi kewenangan mutlak Majelis Hakim saat memeriksa perkara tersebut.

              “Pengadilan tidak boleh menolak perkara yang masuk ke pengadilan, artinya saat ada masyarakat yang mengajukan perkara, maka pengadilan tidak boleh menghalangi. Nanti Majelis Hakimlah yang punya wewenang untuk menolak atau mengabulkan perkara tersebut, termasuk perkara Dispensasi Kawin yang diajukan oleh masyarkat ke PA Tamla”, jelas Samsul yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PA Tamla.

              Berkenaan dengan tingginya angka permohonan Dispensasi Kawin yang masuk ke PA Tamla, Samsul menilai angka tersebut memang cukup menjadi perhatian bersama, apalagi jika dilihat dari penyebabnya memang cukup memprihatinkan. Rata-rata penyebab masuknya perkara Dispensasi Kawin di PA Tamla disebabkan karena anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Kondisi ini harusnya menjadi catatan penting bagi seluruh pihak terkait, baik dari orang tua, para pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga pemerintah daerah.

Samsul berharap semua pihak  terkait harus bisa bersinergi untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas hingga mengorbankan masa depan mereka. Samsul khawatir angka pernikahan dini di Barito Timur terus meningkat jika hal ini tidak ditanggapi serius oleh para orang tua dan para pemangku kebijakan yang ada.       

“Anak-anak adalah penerus masa depan. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua memberikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas”, ujar mantan Hakim PA Kotabaru ini.

Senada dengan Samsul, Ketua PA Tamla Ahmad Padli juga menyikapi kondisi ini dengan serius. Padli menyayangkan tingginya angka pernikahan dini di wilayah hukum PA Tamla. Menurut Padli PA Tamla berada pada posisi yang sulit saat dihadapkan kepada kasus Dispensasi Kawin akibat pergaulan bebas di kalangan anak-anak remaja. Pada dasarnya PA Tamla ingin tidak dicap sebagai lembaga yang memudahkan pernikahan usia dini, namun di sisi lain juga harus dihadapkan pada kondisi anak yang sudah terlanjur menanggung akibat dari pergaulan yang dilakukannya. Hal ini jelas Padli membuat PA Tamla merasa berada diposisi yang sulit.

“Kami ingin bisa membantu menekan angka pernikahan usia dini di wilayah Barito Timur, namun posisi kami laksana dua sisi mata uang yang sama-sama sulit”, tegas Padli. Orang nomor satu di PA Tamla ini berharap ada langkah cepat dan serius dari para pengambil kebijakan menyikapi kondisi ini.(acl)


admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 0 Kali

Rapor Kinerja Penanganan Perkara Berdasarkan SIPP Tanggal 09 Agustus 2019.

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan Rapor Kinerja Penanganan Perkara Berdasarkan SIPP Tanggal 09 Agustus 2019.
Demikian, terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Untuk mendownload file klik link dibawah :

Rapor Kinerja Penanganan Perkara Berdasarkan SIPP Tanggal 09 Agustus 2019


admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 5 Kali

Meriahkan HUT Mahkamah Agung RI, PA Dan PN Tamiang Layang Adakan Kegiatan Lomba Bersama

Meriahkan HUT Mahkamah Agung RI, PA Dan PN Tamiang Layang Adakan Kegiatan Lomba Bersama


Tamiang Layang (19/08/2019) | PA Tamiang Layang

               HUT Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2019 berlangsung meriah di halaman depan PN Tamiang Layang, selain menggelar Upacara Peringatan Bersama, PA Tamiang Layang dan PN Tamiang Layang adakan kegiatan Syukuran (pemotongan tumpeng dan Kue Ulang Tahun), latih tanding voly dan lomba motor lambat.

               Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Peringatan HUT Mahkamah Agung RI ke-74, di awali dengan pemotongan Tumpeng oleh Ketua PN Tamiang Layang MASKUR HIDAYAT, S.H., M.H kemudian tumpeng yang sudah di potong tersebut di serahkan kepada Ketua PA Tamiang layang Ahmad Padli, S.Ag., M.H, pada saat menyerahkan potongan tumpeng tesebut Ketua PN Tamiang Layang doa dan harapannya untuk PA Tamiang Layang “Semoga PA Tamiang Layang tahun depan sudah mendapatkan sarana dan prasarana yang lebih mendukung untuk aktifitas di lingkungan peradilan”. Selanjutnya giliran Wakil Ketua PA Tamiang Layang yang memotong tumpeng untuk kemudian di berikan kepada Wakil Ketua PN Tamiang Layang dan dilanjutkan makan-makan Bersama keluarga PA dan PN Tamiang Layang di Kantor Pengadilan Negeri Tamiang Layang.

               Kegiatan selanjutnya yaitu latih tanding bola voly antara PA Tamiang Layang melawan PN Tamiang Layang, namun nasib kurang beruntung yang di peroleh PA Tamiang Layang karena harus kalah 3 Set Langsung oleh PN Tamiang Layang.

               “kami perlu latihan lagi untuk meningkatan chemistry dalam permainan bola voly” ujar Kifli (Andalan Pemain Bola Voly PA Tamiang layang) pasca kekalahan tersebut, selanjutnya pemain dari PN Tamiang Layang   menyampaikan pendapatnya mengenai pertandingan tadi ”Kami menang mungkin karena sebagai Tuan Rumah”.

               Setelah Kegiatan bola Voly, dilangsungkan lomba Motor lambat, peserta dari kegiatan tersebut berasal dari PA Tamiang Layang dan PN Tamiang Layang, dan hasilnya adalah salah satu tenaga Kontrak dari PA Tamiang Layang menjadi Juara 2 lomba Motor lambat, dan Ketua PN Tamiang Layang yang ikut serta dalam kegiatan tersebut pun menjadi Juara 4 dalam lomba tersebut, untuk juara 1 dan 3 merupakan pegawai dari PN Tamiang Layang.

               Kegiatan Terakhir adalah pembagian hadiah, dalam pembagian Hadiah Ketua dan Wakil Ketua PA Tamiang Layang berkesempatan memberikan hadiah bagi juara lomba-lomba yang sudah di langsungkan oleh PN Tamiang layang, termasuk lomba yang baru saja dilaksanakan.

               Kegiatan berakhir pada pukul 13:00WIB dan Ketua PA Tamiang layang berserta pasukannya pamit undur diri dari PN Tamiang Layang untuk kembali ke kantor melaksanakan tugas dan kewajibannya. (Rez’s)


admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 5 Kali

PENGADILAN AGAMA DAN PENGADILAN NEGERI TAMIANG LAYANG LAKSANAKAN UPACARA GABUNGAN

PENGADILAN AGAMA DAN PENGADILAN NEGERI TAMIANG LAYANG LAKSANAKAN UPACARA GABUNGAN


Tamiang Layang  (19/08/2019) | PA Tamiang Layang

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 dan Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung RI ke-74, PA dan PN Tamiang Layang laksanakan 2 kali Upacara Bersama yaitu pada Tanggal 17 Agustus 2019 untuk Upacara HUT RI ke-74 dan 19 Agustus 2019 untuk Upacara HUT MA-RI ke-74 bertempat di Lapangan Upacara Pengadilan Negeri Tamiang Layang.

Petugas upacara merupakan kolaborasi antara PA dan PN Tamiang Layang, Pada HUT RI ke-74 petugas dari PA Tamiang Layang adalah Arya Jaya Shentika, SH (Pembaca UUD 1945), Rezza Rijki Adiputra A.Md.T (Pembaca Teks Proklamasi) dan Gus Tofiin, SHI., M.H (Pembaca Do’a) untuk petugas yang lainnya dari PN Tamiang Layang, sedangkan pada saat upacara HUT MA-RI petugas dari PA Tamiang Layang adalah Rezza Rijki Adiputra, A.Md.T (Pembaca Visi dan Misi Mahkamah Agung RI) dan Gus Tofiin, SHI., MH. (Pembaca Do’a) untuk petugas yang lainnya dari PN Tamiang Layang dan yang menjadi Inspektur Upacara pada Upacara peringatan tersebut adalah MASKUR HIDAYAT, S.H., M.HKetua Pengadilan Negeri Tamiang Layang.

Di tengah terik matahari pagi kegiatan tersebut berlangsung khidmat, Ketua PA, Wakil Ketua PA dan PN, Panitera PA dan PN, Para Hakim PA dan PN dan Sekretaris PA dan PN menempati posisi di bagian timur lapangan upacara atau samping Kiri dari hadapan Inspektur Upacara, untuk Petugas Upacara menempati bagian Barat dan peserta upacara di selatan lapangan upacara.

Adapun sedikit gambaran dari isi Amanat Ketua Mahkamah Agung RI yang dibacakan oleh Pembina Upacara yaitu mengenai Tuntutan untuk memangkas birokrasi yang tidak efisien dan tidak efektif sudah merupakan keniscayaan dalam masyarakan yang semakin adaptif dengan teknologi  dan informasi, mampu menangkap perubahan yang terjadi di masyarakat serta mempu melakukan inovasi agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat tersebut.

Bapak MASKUR HIDAYAT, S.H., M.H. menyampaikan harapan dan do’anya untuk PA Tamiang Layang pasca upacara HUT MA-RI, “Semoga PA Tamiang Layang tahun depan sudah mendapatkan sarana dan prasarana yang lebih mendukung untuk aktifitas di lingkungan peradilan”.

“Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai PA dan PN Tamiang Layang, selain untuk memperingati kegiatan HUT RI dan HUT MA-RI hikmah yang dapat diambil adalah kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahim antar dua saudara, semoga dapat mempererat tali persaudaraan PA dan PN Tamiang Layang”, ujar Samsul Bahri (Wakil Ketua PA Tamiang Layang) yang di temui pasca kegiatan tersebut.


admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 5 Kali

PA TAMLA BERHASIL REALISASI 100 PERSEN DIPA 04

PA TAMLA BERHASIL REALISASI 100 PERSEN DIPA 04

Tamiang Layang (19/8/2019) | PA Tamiang Layang

              Memasuki semester II Tahun Anggara 2019, PA Tamla tetap menjaga komitmen untuk memberikan hasil kenerja yang baik. Terbukti PA Tamla telah berhasil merealisasikan 100 persen Daftar Isian Pagu Anggaran (DIPA) untuk mata anggara dengan kode 04 yang merupakan anggaran untuk layanan perkara.

              Laporan tersebut langsung disampaikan oleh Kasubag Umum dan Keuangan PA Tamla Mukhamad Ali Ridwan kepada Ketua PA Tamla di ruang kerja Ketua PA Tamla. Ali menjelaskan, anggaran DIPA 04 PA Tamla untuk tahun 2019 sejumlah Rp 1.750.000 (satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) yang dialokasikan untuk pembiayaan 5 perkara prodeo (cuma-cuma).

“Kita mendapat anggaran tahun 2019 khusus untuk pembiayaan perkara prodeo, yaitu sebanyak 5 perkara”, jelas Ali. Terhitung sejak akhir bulan Juli 2019, anggaran tersebut 100 persen telah berhasil terserap untuk pembayaran  5 perkara prodeo bagi masyarakat yang tidak mampu.

              "Sejak akhir bulan Juli 2019, seluruh anggaran pada DIPA 04 sudah  terealiasai 100 persen untuk pembiayaan 5 perkara prodeo”, ucap Ali. Dengan terealisasinya 100 persen anggaran tersebut, Ali memastikan untuk tahun 2019 , PA Tamla tidak ada pengembalian anggaran ke negara khusus untuk mata anggaran DIPA 04 tersebut.

              Saat dikonfirmasi, Panitera Muda (Panmud) Hukum PA Tamla Danu Aprilianto membenarkan bahwa sudah ada 5 perkara prodeo yang masuk ke PA Tamla. Danu menjelaskan 5 perkara yang telah dibiayai dari anggaran DIPA 04 terdiri dari 4 perkara permohonan Itsbat Nikah dan 1 perkara permohonan Dispensasi Kawin. Danu memastikan semua perkara yang menggunakan anggaran DIPA 04 adalah masyarakat yang memang berhak, yaitu masyarakat tidak mampu.

              “Semua masyarakat yang berperkara menggunakan anggaran memang betul-betul masyarakat miskin atau tidak mampu”, tegas Danu. Para masyarakat yang telah terbantu dengan anggaran tersebut merasa senang dan berterimakasih kepada PA Tamla, tambah Danu.

              Ketua PA Tamla Ahmad Padli saat menerima laporan realisasi anggaran dari Ali, langsung menyatakan syukurnya serta ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh aparatur PA Tamla yang tetap bisa menjaga semangat kerja yang baik hingga kembali bisa memberikan prestasi untuk PA Tamla yang memiliki motto “TAMIANG TOP” tersebut. “alhamdulillah, saya sangat senang dengan prestasi ini, terima kasih untuk seluruh rekan-rekan PA Tamla yang selalu kompak dan bersemangat”, ujar Padli dengan wajah penuh syukur.(acl)


admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 1 Kali

Mahkamah Agung Kini Punya Lagu Himne

Mahkamah Agung Kini Punya Lagu Himne


Jakarta—Humas: Guna mendorong penghayatan terhadap nilai-nilai Mahkamah Agung dan peradilan serta mengembangkan rasa cinta dan bangga terhadap lembaga, Mahkamah Agung kini memiliki lagu himne. Lagu yang merupakan kolaborasi antara musisi kenamaan Addie MS dengan A. S. Pudjoharsoyo, Sekretaris Mahkamah Agung tersebut akan diluncurkan oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-74 Mahkamah Agung hari ini (19/08/2019).


Menurut Pudjoharsoyo, hingga usianya yang ke-74, Mahkamah Agung memang belum memiliki lagu mars, himne ataupun sejenisnya. “Padahal organisasi di lingkungan Mahkamah Agung, seperti Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) dan Dharma Yukti Karini (DYK) sudah memiliki himne dan mars,” ungkap Pudjoharsoyo saat gladi resik persiapan puncak peringatan hari ulang tahun ke-74 Mahkamah Agung di Jakarta, Minggu (18/08/2019). 




Tiga Bait Sederhana


Untuk mencapai apa yang dikehendaki dari adanya lagu tersebut, menurut Pudjoharsoyo, dipilih lirik yang sederhana, lugas dan mudah dihafal. “Diharapkan dengan kesederhanaan lirik tersebut, lebih mudah diresapi oleh yang menyanyikannya,” ungkap Pudjoharsoyo menjelaskan.


Kendati demikian, lanjut Pudjoharsoyo, kesederhanaan liriknya tidak mengurangi kedalaman pesan yang ingin disampaikannya. “Lagu ini terdiri dari tiga bait dengan aksentuasi makna yang berbeda-beda tetapi memiliki kohesi dan koherensi satu sama lain sehingga membawa pesan dan makna yang holistic, “ ungkap Pudjoharsoyo.


Bait pertama lagu berusaha menyentuh kesadaran berbangsa warga Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan dibawahnya. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, setiap orang harus memiliki semangat untuk berbakti dan membangun Indonesia. Dan ini harus dilakukan dengan semangat kerjasama dan saling mendukung secara harmonis.


“Bait pertama ini berisi empat kalimat sederhana, yakni Bersama kita semua, Bangun Indonesia, Berikan baktimu, Untuk Nusa Bangsa, “urai Pudjoharsoyo lebih jauh.

Sedangkan pada bait selanjutnya yang terdiri dari dua kalimat, yakni Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berasas Pancasila, kita berkarya, ingin mengingatkan bahwa Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan yang direpresentasikan oleh Hakim memiliki tanggung jawab besar sebagai “wakil” Tuhan dalam menegakkan keadilan.

“Disini diharapkan tersentuhnya nilai-nilai kejujuran atau integritas dan kesadaran ketuhanan yang merupakan intisari sila pertama Pancasila, dilanjutkan dengan membawanya kepada Pancasila secara keseluruhan sebagai landasan berkarya,” papar mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat itu.

Adapun bait ketiga, terdiri dari empat ungkapan sederhana masing-masing Di Mahkamah Agung, Kami wujudkan, Keadilan ‘tuk semua, Bagi Indonesia. “Kami ingin menggugah segenap warga Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan untuk dengan keyakinan penuh bertekad mewujudkan keadilan bagi bangsa Indonesia,” jelas Pudjoharsoyo.

Musik dan Aransemen Besutan Addie MS

Kesederhanaan lirik tersebut dibalut apik dalam besutan musik dan aransemen yang dilakukan oleh musisi kenamaan Addie MS. Ketika ditawarkan untuk berkolaborasi mengkomposisi, mengaransemen dan mengorkestrasi Himne Mahmakah Agung, Addie MS dengan penuh antusias menyambutnya. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai yang diharapkan tumbuh lewat lagu tersebut. 


“Saya bangga dan terharu mendapatkan kepercayaan untuk mengaransemen Himne Mahkamah Agung sekaligus mendapat tanggung jawab yang besar,” ungkapnya dihadapan rapat pimpinan Mahkamah Agung saat memperdengarkan pertama kali besutannya di Bogor, Selasa (06/08/2019) lalu.

Seperti halnya lirik, menurut Addie MS, aspek melodi, harmoni, irama juga mempengaruhi bagaimana suatu lagu akan memberikan efek kepada yang menyanyikannya. Ada aspek estetika di dalam lagu yang harus dirasakan sebelum kemudian orang tertarik untuk menyanyikannya. 

“Saat orang menyanyikannya dengan senang hati, barulah kita bisa berharap pesan dari lagu tersebut tersampaikan secara alami,” ungkap Addie MS.

Yang menarik dari aransemen pria yang menjadi salah seorang pendiri Twilite Orchestra ini adalah ketika meramu melodi dan harmoni pada bait kedua yang menggambarkan bagaimana hakim dan aparatur pengadilan harus bekerja berlandaskan ketuhanan dan Pancasila. “Kami buat lebih syahdu untuk membuat suasana lebih kontemplatif, sambil mempersiapkan mood yang menggelora di bagian berikutnya,” papar musisi yang memulai karir bermusiknya sejak tahun 1980 an itu.

Dan pada bait ketiga yang berusaha menggugah semangat warga Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya, melodi dan harmoni dibuat lebih intens, dan dinyanyikan oleh paduan suara dengan lebih kuat dan ekspresif sehingga klimaks lagu tercipta dengan efektif.

Dan untuk menggarap komposisi, aransemen, dan orkestrasi lagu ini, Addie bahkan rela harus mendalami visi, misi dan program pembaruan peradilan serta membangun pemahamannya tentang cita-cita Mahkamah Agung melalui Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035 beserta dokumen-dokumen Mahkamah Agung lainnya.

Apresiasi Ketua Mahkamah Agung


Atas karya lagu yang dipersembahkan untuk Hari Ulang Tahun Ke-74 Mahkamah Agung ini, Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Addie MS dan A.S. Pudjoharsoyo. Ia mengaku sangat terkesan dengan lirik, musik dan aransemen lagu Mahkamah Agung ini.


“Ada rasa kebanggaan dan sekaligus terharu (mendengarnya). (Dan) menyanyikan lagu ini, kita bisa menitikkan air mata. Sungguh luar biasa.” Ujar Hatta Ali setengah terbata-bata penuh keharuan saat mendengar lagu ini pertama kali di Bogor beberapa waktu lalu (06/08/2019).


Dan dengan Keputusan Nomor 123/KMA/SK/VIII/2019, Himne Mahkamah Agung ditetapkan sebagai lagu resmi yang wajib dinyanyikan pada saat acara-acara resmi Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya. 


“Mudah-mudahan bait demi bait dan kata demi kata dari lagu ini dapat menjelma dan kita hayati sehingga dapat diwujudkan dalam perilaku kita,” harap Hatta Ali memungkasi komentarnya. (Humas/Mohammad Noor)





admin - 2019-08-19, dilihat sebanyak 1 Kali

Ketua Mahkamah Agung: E-Litigasi, Redesain Praktek Peradilan Indonesia

Ketua Mahkamah Agung: E-Litigasi, Redesain Praktek Peradilan Indonesia



Jakarta—Humas: Momen Hari Ulang Tahun Ke-74 dimanfaatkan oleh Mahkamah Agung sebagai penanda dimulainya implementasi sistem peradilan secara elektronik (e-litigasi). Peluncuran kebijakan tersebut dilakukan dalam suatu acara bertajuk Harmoni Agung untuk Indonesia di Balairung Mahkamah Agung, Senin (19/08/2019).


Turut hadir dalam acara tersebut seluruh hakim agung, Ketua/Kepala pengadilan tingkat banding seluruh Indonesia, Ketua/Kepala Pengadilan Tingkat Pertama di wilayah Jabodetabek, Pejabat fugsional dan struktural Mahkamah Agung serta purnabhakti pimpinan Mahkamah Agung dan Hakim Agung, seperti Bagir Manan dan Harifin A. Tumpa.



Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H. menjelaskan bahwa aplikasi e-litigasi adalah kelanjutan dari e-court yang diberlakukan untuk perkara perdata, perdata agama, tatausaha militer, dan tata usaha negara sejak tahun lalu. 


Menurutnya, dengan kehadiran e-litigasi migrasi dari sistem manual ke sistem elektronik tidak hanya dilakukan pada tataran administrasi perkara saja, namun dalam praktek persidangan. “Sistem elektronik tidak hanya diberlakukan dalam pendaftaran perkara, pembayaran panjar dan panggilan para pihak, tetapi diberlakukan juga dalam pertukaran dokumen jawab-jinawab, pembuktian, dan penyampaian putusan secara elektronik,” jelas Hatta Ali.


Redesain Praktek Peradilan Indonesia


Kecuali memperluas cakupan aplikasi sistem elektronik, kehadiran e-litigasi juga membuka lebar praktek peradilan elektronik di Indonesia. Hal ini tergambar dengan setidak-tidaknya dua indikator selain yang disebutkan sebelumnya. Pertama, e-litigasi memperluas cakupan subyek hukum yang dapat memanfaatkan sistem peradilan elektronik. 


Semula hanya untuk para advokat sebagai Pengguna Terdaftar, hingga mencakup juga Pengguna Lain yang meliputi Jaksa selaku Pengacara Negara, Biro Hukum Pemerintah/TNI, Polri, Kejaksaan RI, Direksi/Pengurus atau karyawan yang ditunjuk badan hukum, dan kuasa insidentil yang memenuhi syarat sebagai pengguna Sistem Informasi Peradilan,” ungkap Hatta Ali lebih lanjut.


Kedua, pemanfaatan e-litigasi tidak hanya untuk persidangan di tingkat pertama, tetapi juga bisa dilakukan untuk upaya hukum banding, kasasi dan peninjauan kembali terhadap perkara yang menggunakan e-litigasi pada tingkat pertama.


Disamping itu, Hatta Ali juga mengungkapkan berbagai manfaat yang dapat dinikmati oleh masyarakat pencari keadilan jika menggunakan e-litigasi. Pertama, menjadikan sistem peradilan lebih sederhana dan lebih cepat. 


“Para pihak berperkara juga tidak perlu berlama-lama antri menunggu persidangan yang selama ini sering dikeluhkan, sehingga proses persidangan juga menjadi lebih cepat,” kata Hatta Ali.


Kedua, sistem ini dapat menjembatani kendala geografis Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari bentangan ribuan pulau. 


Ketiga, menekan biaya perkara karena proses peradilan dilaksanakan secara elektronik, seperti biaya pemanggilan, kehadiran di persidan untuk jawab menjawab, pembuktian maupun mendengarkan pembacaan putusan.


Keempat, sistem elektronik meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.


Sistem E-litigasi, menurut Hatta Ali, membatasi interaksi langsung antara pengguna layanan peradilan dengan hakim dan aparatur peradilan, dengan mengurangi kedatangan pengguna layanan ke pengadilan serta mengkanalisasi cara berinteraksi, sehingga meminimalisir kemungkinan penyimpangan etik maupun pelanggaran hukum.


Atas alasan-alasan tersebut, Hatta Ali menyimpulkan bahwa kehadiran e-litigasi meredesain praktek peradilan Indonesia setara dengan praktik peradilan di Negara-negara maju.


Diterapkan Secara Menyeluruh Tahun 2020


Perubahan sistem peradilan dengan menu e-litigasi ini disadari membutuhkan proses dan menghadapkan Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya pada tantangan yang tidak mudah. 


Lompatan ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua untuk mempersiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang handal agar mampu menjalankan sistem ini secara maksimal,” ungkap Hatta Ali 


Karena itu, untuk sementara aplikasi ini akan diterapkan pada 13 pengadilan percontohan, yang terdiri dari 6 Pengadilan Negeri, 4 Pengadilan Agama dan 3 Pengadilan Tat Usaha Negara. 


Pada tahun 2020 barulah seluruh pengadilan di Indonesia diharapkan sudah menerapkan e-litigasi ini. “pada saat matahari pertama kali terbit di tahun 2020, e-Litigasi ini dapat diterapkan oleh seluruh pengadilan tingkat pertama di Indonesia,” pungkas Hatta Ali.



admin - 2019-08-18, dilihat sebanyak 27 Kali

SAMBUT HUT RI DAN HUT MA, PA TAMLA BUAT VIDEO YOUTUBE

SAMBUT HUT RI DAN HUT MA, PA TAMLA BUAT VIDEO YOUTUBE

Tamiang Layang (18/8/2019) | PA Tamiang Layang

              Menyambut perayaan hari kemerdekaan RI ke 74 dan Ulang Tahun Mahkamah Agung RI ke 74, PA Tamla kembali membuat video yang diunggah via chanel Youtube milik PA Tamla. Video yang berisikan ucapan selamat tersebut resmi telah dirilis tepat pada hari kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019).

Video yang dibuat PA Tamla tersebut mengambil tema kata-kata penyemangat. Dalam video berdurasi 3,58 menit tersebut terlihat seluruh aparatur PA Tamla secara bargantian memberikan kata-kata penyemangat dengan mengutip ucapan tokoh-tokoh terkenal, mulai dari ucapan Bung Karno, Buya Hamka hingga ucapan presenter terkenal Najwa Shihab.

              Melalui salah satu admin IT PA Tamla Muhamad Nor Kifli, diperoleh informasi sekilas tentang proses pembuatan video tersebut. Kifli menceritakan ide awal pembuatan video tersebut muncul secara tiba-tiba dalam obrolan santai via group whatsapp PA Tamla pada Kamis malam (15/8/2019). Dari obrolan tersebut disepakati PA Tamla akan membuat video singkat untuk menyambut perayaan HUT RI dan HUT MA.

“Ide didapat saat kami ngobrol dalam group whatsapp, karna semua mendukung, maka kita sepakat untuk membuat videonya”, ujar Panmud Gugatan PA Tamla ini. Maka pada malam itu juga tim mencari bahan untuk pembuatan video tersebut. Proses suting dilakukan secara cepat pada hari  Jum’at (16/8/2019) dengan menggunakan alat sederhana dan melibatkan seluruh aparatur PA Tamla mulai dari unsur pimpinan hingga tenaga kontrak. 

“Kita suting sejak Jum’at pagi hingga sore dengan peralatan sederhana, yaitu hanya menggunakan kamere handphone saja”, tambah Kifli.

Secara terpisah Rezza Rijki Adiputra juga memberikan cerita tentang proses editing yang dilakukannya. Pria lajang ini mengaku untuk proses editing terpaksa dilakukannya pada malam hari setelah proses suting selesai. Proses editing harus dibawah tekanan waktu yang sangat sempit, karena esok hari harus bisa rilis. “Alhamdulillah, satu malam kita bisa selesai editing hingga tepat tanggal 17 Agustuskemarin  kita bisa rilis videonya”, ujar Rezza dengan penuh rasa haru.

Berikut link untuk melihat video tersebut :

https://www.youtube.com/watch?v=SGG-2QfCwJE


admin - 2019-08-15, dilihat sebanyak 18 Kali

RAYAKAN HUT RI, PA DAN PN TAMLA AKAN GELAR UPACARA BERSAMA

RAYAKAN HUT RI, PA DAN PN TAMLA AKAN GELAR UPACARA BERSAMA

Tamiang Layang (15/8/2019) | PA Tamiang Layang

              Menjelang peringatan Hari Kemedekaan RI ke 74, Pengadilan Agama Tamiang Layang (PA Tamla) dan Pengadilan Negeri Tamiang Layang (PN Tamla) telah sepakat akan melaksanakan upacara secara bersama-sama pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang.

              Kepastian  tersebut resmi disampaikan langsung oleh Ketua PA Tamla Ahmad Padli di kantor PA Tamla Jalan A. Yani KM. 4 Tamiang Layang, Kamis (15/8/2019) dihadapan seluruh aparatur PA Tamla. Padli menyampaikan berdasarkan hasil pertemuan yang telah dilakukannya dengan Ketua PN Tamla Maskur Hidayat pada selasa lalu, disepakati oleh keduanya untuk memperingati hari kemerdekaan RI PA dan PN Tamla akan adakan upacara secara bersama-sama.

              “Saya dan Ketua PN Tamla sepakat akan melaksanakan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus nanti secara bersama-sama di kantor PN Tamla”, ucap Padli. Upacara direncanakan berlokasi di halaman kantor PN Tamla dengan petugas upacara dan peserta upacara gabungan aparatur PA dan PN Tamla . dijelaskan Padli seluruh aparatur kedua lembaga pengadilan tersebut diwajibkan untuk ikut upacara tanpa kecuali.

              “Seluruh aparatur pengadilan wajib mengikuti upacara, bagi yang tidak mengikuti upacara tanpa alasan yang sah, maka akan mendapatkan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku di Mahkamah Agung.

Sebagai lembaga yang sama-sama berada di bawah Mahkamah Agung, PA dan PN Tamla memang sering melakukan kegiatan bersama. Sedangkan untuk upacara, ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Juni lalu, PA dan PN Tamla juga melaksanakan upacara bersama saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

              Sekretaris PA Tamla Murtodi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Insya Allah, pak Ketua PN yang langsung bertindak sebagai Inspektur Upacaranya”. Orang nomor satu di kesekretariatan PA Tamla tersebut mengaku telah menentukan aparatur yang akan menjadi petugas upcara serta telah menyiapkan daftar absen kehadiran peserta upacara. Murtodi juga menyatakan daftar kehadiran nanti langsung akan dilaporkan ke Mahkamah Agung sesaat setelah upacara selesai untuk diketahui oleh para pimpinan di Mahkamah Agung.

              “Absen nanti langsung dilaporkan ke Mahkamah Agung begitu upacara selesai”, tegas ayah 3 anak ini.(acl)


admin - 2019-08-14, dilihat sebanyak 19 Kali

ARYA : UPDATE DATA PEGAWAI PA TAMLA PADA ABS RAMPUNG 100 PERSEN

ARYA : UPDATE DATA PEGAWAI PA TAMLA PADA ABS RAMPUNG 100 PERSEN

Tamiang Layang (14/8/2019) | PA Tamiang Layang

              Setelah mencoba sekian lama, akhirnya sejak Selasa malam (13/8/2019) tepat pukul 23.15 WIB seluruh proses update data kepegawaian PA Tamla pada ABS (Aplikasi Backup Sikep) dipastikan rampung 100 persen. Informasi tersebut langsung disampaikan oleh Arya Jaya Shentika selaku operator ABS PA Tamla via media Group Whatsapp milik PA Tamla.

              Disampaikan oleh Arya, proses update data kepegawaian pada ABS telah dilakukan cukup lama. Sejak bulan Mei 2019 semua data sebenarnya sudah didapat oleh operator, namun ada kendala teknik yang membuat proses input mengalami kendala hingga tidak bisa terupdate keseluruhan.

              “Sebenarnya sejak bulan Mei kemarin, semua data yang diperlukan sudah ada di tangan kami, namun ada gangguan teknis saat kami menginput pada aplikasi”, jelas CPNS yang mendapat gelar Plt. Kasubag Kepegawaian PA Tamla ini.

              Setelah sekian lama terus mencoba mengulang dan mencari penyebab gangguan teknis, akhirnya sejak selasa malam, Arya melaporkan jika semua data akhirnya bisa diinput dan terbaca pada ABS. Hal ini menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi Arya yang sekian bulan tanpa kenal lelah terus berusaha memenuhi target capaian 100 persen data kepegawaian pada ABS yang merupakan salah satu dari kebijakan prioritas Dirjen Badilag.

              Ketua PA Tamla Ahmad Padli saat mendapatkan laporan Arya langsung memberikan apresiasi khusus dan ucapan terima kasih untuk Arya atas kerja tanpa kenal lelah menginput data kepegawaian PA Tamla hingga berhasil sempurna dengan prasentasi 100 persen. Ini akan menjadikan tambahan nilai positif bagi PA Tamla selain capaian-capaian lain yang sudah berhasil diraih.

              “Mantap, terima kasih dan penghargaan yang tinggi saya berikan untuk mas Arya yang telah bisa mencapai hasil sempurna dalam upaya update data kepegawaian PA Tamla. Ini menjadi kebanggaan kita bersama”, puji pria yang hobby membaca tersebut. (acl)



Ahmad Padli S.Ag., M.H Ketua PA Tamiang Layang

Transparan, Mandiri, Akuntabel, Agung, Terdepan, Optimal dan Profesional #TAMIANGTOP...

Chat & Sosial Media

FACEBOOK YOUTUBE INSTAGRAM

Statistik Pengunjung

Pemda Barito Timur

APLIKASI

SIMARI E-COURT
PERPUSTAKAAN SIPP PA Tamiang Layang
SIKEP E-LEARNING
KOMDANAS JDIH